
Kegiatan anak-anak yang paling mengasyikan adalah ketika mereka belajar kemampuan akademik dibarengi dengan belajar kemampuan mengendalikan emosi mereka. setiap kali kita melihat anak-anak selalu mengejar sesuatu yang mereka anggap menarik. Seperti ketika belajar disekolah mereka sangat suka melakukan hal-hal yang tidak pernah dipikirkan oleh orang dewasa, padahal menurt mereka hal itu sangat menarik dan menyenangkan. Contoh riil yang dapat kita lihat adalah ketika anak suka berlari-lari dan berusaha untuk menarik perhatian guru-guru mereka.
Dari apa yang anak-anak lakukan secara keseluruhan adalah suatu bentuk aktualisasi diri yang tertuang dalam gerak dan perkataan mereka, yang terkadang berkesan sudah mengerti apa yang dikatakan dan dipikirkan oleh orang dewasa. perhatikan saja ketika anak-anak menirukan perkataan orang tua mereka. Biasanya berupa ucapan perhatian, kata tanya, dan peringatan serta kemarahan yang diungkapkan kepada orang lain. Berikut pengalaman yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan:
Sebut saja namanya Dubois, dubois termasuk anak yang lincah dan suka berkomunikasi dengan banyak orang. suatu ketika dubois masuk sekolah, akan tetapi belum memiliki keterangan resmi bahwa dia sudah bersekolah. segala aktivitas dilakukan dengan sangat luar biasa dimana dubois sangat suka bertanya kepada beberapa guru, akan tetapi setiap pertanyaan yang dijawab selalu diikuti dengan pertanyaan lain yang tidak kalah luar biasanya. Meskipun demikian mengesankan orang yang lebih dewasa, ternyata dari setiap pertanyaan yang di ungkapkan dan setiap jawaban yang didengarkan hanyalah merupakan salah satu aktualisasi diri dari dubois yang bersifat spontanitas dan tidak dapat diulang lagi. hal-hal yang dilakukan dubois sempat membuat orang-orang dewasa bahkan guru-guru pengajarnya terkesan dan mengungkapkan bahwa dubois adalah anak yang pintar dan cerdas serta mudah memahami sesuatu.
Kenyataanya, dubois bukanlah anak yang pintar dan cepat memahami sesuatu karena ternyata pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan dubois hanyalah suatu ungkapan yang mirip dengan mimpi.
Hal ini membuktikn bahwa terkadang orang tua atau bahkan guru salah mengerti tentang kedewasaan anak. Meskipun mereka mampu mengungkapkan hal-hal yang diungkapkan oleh orang dewasa sebenarnya mereka hanyalah meniru apa yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya alias IMITASI.Bkorn

Tidak ada komentar:
Posting Komentar